Detik kemudian, tubuh kekar Glenn telah mengukung tubuh ramping Zara di bawahnya. Cukup satu kaki kanannya saja, mampu menahan kedua kaki jenjang Zara supaya tidak tiba-tiba menendang. Seperti apa yang pernah dia rasakan sebelumnya. Glenn bejalar dari pengalaman. Dia cukup memperhatikan. Gadis ini bukanlah gadis sembarangan. Apalagi gadis murahan, sama sekali tidak. Itu pula yang membuat Glenn sampai tergila-gila padanya. Lalu tangan kanan Glenn mengekang erat kedua tangan Zara sekaligus. Kuat sekali. Sampai Zara terengah karena dia tidak mampu bergerak. Sekarang, tangan kiri Glenn memegang dagu Zara. Menahannya supaya tetap menghadap ke atas, ke arahnya. “Mau apa kamu, b******k?!” Tidak ada yang bisa dilakukan Zara kecuali mencacinya. Tatapan tajam Zara perpaduan antara marah dan takut

