Vince mengantar Zara hingga sampai di mansion Glenn. Seorang pelayan langsung membantu membawakan barang-barang Zara dari mobil ke dalam. “Kamu nggak mau mampir dulu, Vince?” Glenn menawarkan seraya menyunggingkan senyum di bibirnya. “Tidak. Terima kasih.” “Oh ya, apa nggak sebaiknya besok Zara libur dulu? Kasihan dia sudah bekerja lembur selama tiga hari di Bandung.” Vince jadi curiga mendengar itu dari kakaknya. “Memang Zara mau kamu ajak kemana? Hah?!” “Aku ada undangan jamuan makan siang dengan beberapa kolega. Mereka semua akan membawa pasangan masing-masing. Aneh sekali kalau aku tidak membawa istriku padahal mereka tahu kalau aku sudah menikah. Ya ... ya ... rumitnya jadi aku, tapi nama keluarga Albern membumbung tinggi berkat Albern Foundation yang kuurus. Benar, kan?” Vince

