Tiba-tiba Vince terbersit pikiran untuk mengerjai Zara. Dia melirik penuh arti. “Kamu pikir, jika dua orang, laki-laki dan perempuan dalam satu kamar, dan keduanya sama-sama bertelanjang, apa yang akan mereka lakukan? Hah? Apalagi salah satu di antara mereka sedang mabuk berat dan terus menggoda.” “Astaga!” Zara langsung menutup mulutnya. Dia sangat cemas membayangkan apa yang telah terjadi tadi malam. Vince memandangi wajah Zara dengan penuh selidik. Lalu dia memicingkan bola mata. “Kenapa kamu begitu cemas, Zara? Memangnya selama ini kamu belum pernah tidur dengan laki-laki?” Sebuah guling dengan cepat melayang ke wajah Vince tanpa terbaca sedikitpun, sehingga Vince tidak sempat mengelak sama sekali. Vince mengusap wajahnya yang terasa panas dan sedikit pusing. “Sialan! Kamu pikir a

