Sonya membelakkan matanya tak percaya melihat apa yang ada di hadapannya saat ini. Tangannya bergetar memegang benda pipih itu, matanya sudah berkaca-kaca melihat hasilnya. Marah, kecewa, sedih semuanya bercampur menjadi satu. Sulit baginya untuk mengatakan apa-apa lagi sekarang, kata-kata tak mampu mengungkapkan isi hatinya saat ini. Sonya bahkan bingung apa yang harus dia lakukan, apakah dia mau marah, sedih, bahagia atau apa dia tidak tahu. Tapi saat ini hatinya gelisah, Sonya membuang benda tersebut ke tempat sampah yang ada di kamarnya. Ia melempar semua benda yang ada di kamarnya, sehingga kamarnya itu berantakan. Hatinya sangat pilu saat tahu hal itu. Pikirannya juga tidak bisa berpikir dengan jernih, Sonya langsung mengambil kunci mobil yang baru saja dimilikinya. Ia memang baru