Monika menahan tangan Salsa yang hendak menghidupkan mesin mobil. "Stop Sal! Ayo kita pulang, kita bisa selesaikan ini." "Menyelesaikan apa? Semua akan selesai sebentar lagi, penyelesaian terbaik adalah kematian." Salsa mulai menjalankan mobilnya, menuju jalan yang kian sepi, sempit, dan membuat Monika tercengang. Jalan di depannya sudah seperti sungai yang mengering, rusak dan penuh bebatuan. Monika memegangi perutnya. "Turunin aku Sal, jangan gila. Kamu nggak cuma akan membunuh anak kamu, tapi anakku juga." Salsa tertawa menyeramkan. "Emang itu tujuan gue, lo kira gue nggak akan kasih anak gue teman di surga sana? Ingat Monika, kita sama-sama anak ayah kan? Sekali-kali bolehlah kita bernasib sama? Atau lo merasa berat meninggalkan keluarga bahagia lo, masa depan dan suami tercinta l

