"Bisa kamu tinggalin Kakak sendiri Rin?" "Iya Kak, tapi saat ini Papa lagi nggak bisa di ajak ngobrol. Dokter kasih dia obat penenang karena tadi kesakitan." Monika mengangguk paham. Saat ini dia tengah duduk di dekat ranjang rumah sakit tempat ayahnya berbaring. Dia segera berlari kesini, saat tiba-tiba bayangan ayahnya meninggal berkelebat di kepalanya, dia takut akan penyesalan seandainya sang ayah pergi tanpa ia mau memberikan maaf untuk beliau. Monika menatap wajah sang ayah, wajah yang sangat ia benci, dan memberinya maaf bagi Monika tidaklah mudah. Mungkin karena hatinya yang terlalu keras tidak seperti sang adik. Yang perlu Monika lakukan saat ini adalah, mengingat segala hal baik tentang ayahnya sebelum hubungan dengan ibu dari Salsa ia ketahui. Tidak ada cela bagi sang ayah s

