Pagi ini Monika sedikit riweuh dengan acara mual muntahnya yang tak kunjung berhenti setelah dia memakan roti isi dengan telur dan sayur buatannya sendiri. Badannya sampai lemas karena harus bolak-balik ke kamar mandi. Keningnya di penuhi dengan bulir-bulit keringat. Adam hanya bisa menatap kasihan Monika setelah membantu membersihkan wajah istrinya itu menggunakan air hangat. Seandainya dirinya yang harus menggantikan itu juga dia rela, sayangnya Adam hanya akan mengalami muntah-muntah saat mengkonsumsi seafood saja setelah beberapa kali ia mencobanya. "Kita berangkat agak siangan aja nggak apa-apa Mas?" tanya Monika sambil kembali menggulung tubuhnya di ranjang dengan selimut tebal. "Nggak apa-apa, kalau emang kamu masih tetap ngeyel mau berangkat ke kantor." "Aku nggak enak Mas, sek

