"Sorry Za, kalau sebanyak itu gue nggak sanggup, nggak papa deh kapan-kapan gue sujud di depan orang yang bayar lo semahal itu. Nggak heran si lo bisa laku semahal itu, gue aja nggak bisa move on dari lo. Tapi apa nggak apa-apa nih lo ngomongin hal ini di hadapan suami lo?" tanya Bryan tak enak. "Nggak apa-apa, dan silahkan kalau kamu sujud di depan dia," ucap Monika masih di liputi emosi. Dan membuat Bryan melongo, tak menyangka bahwa orang itu adalah suami dari Monika sendiri. "Sayang." Adam meraih tangan Monika, mengingatkan istrinya untuk bersabar apalagi saat ini dalam kondisi tengah hamil, dia jelas tak mau ada orang yang bersimpuh di kakinya selagi masalah itu bisa di selesaikan dengan baik-baik. Hal seperti itu terkesan merendahkan orang lain dan dapat menimbulkan dendam di kemu

