Aku dan Andin berbelanja sepuasnya. Peduli amat dengan besarnya uang yang aku keluarkan hari ini. Baju, sepatu, tas dan aksesoris lainnya kami beli sesuka hati. "Gila, Sesil! Ini sih paling cetar!" Andin sumringah melihat semua belanjaan kami yang menumpuk di pojok kamar hotel. "Yang penting puas, salah sendiri bikin gue marah dan murka. Gue yakin, si Reza bakal jantungan melihat tagihan kartu kredit bulan ini." Aku tersenyum puas. Siapa suruh membuatku marah dan murka ya kan? "Eh, tapi ngomong-ngomong, gue kok yakin kalau Reza gak terlibat dengan permainan si Tina?" tanya Andin. "Bodo amat, mau terlibat atau tidak, gue udah gak peduli. Elo pikir aja, si Reza sekarang sedang sama si kuntilanak itu. Mana mungkin dia gak terlibat kan? Bahkan ponselnya saja dipegang si Kunti." "Iya juga

