Ini tidak salah kan? Ada pria yang sudah setengah telanjang dengan gairah mencapai ubun-ubun, tiba-tiba mengusir wanita dari sisinya? Hah, benar-benar tidak bisa dipercaya! Aku hanya mematung kaget dengan apa yang keluar dari bibir pria itu. "Aku bilang pergilah!" desis Reza. Rahangnya mengeras. "Tapi tadi itu Anda..." Ah, sial! Antara kaget, marah, kesal dan kecewa tentu saja. "Apa perlu aku tunjukkan pintu keluar kamar ini?" ucap Reza tanpa membuka matanya. "Well, oke. Aku mengerti. Baiklah, aku pergi sekarang, Tuan Reza." Tanganku menyambar handuk dan segera melilitkannya ke tubuh. Awas kau, Reza! Kali ini bukan hanya kentang yang ia berikan. Tapi lebih ke merasa merendahkan aku. Apa si Reza pikir dia pria tertampan di dunia? Seenaknya bikin gedek begini. Aku keluar dari kamar

