Skandal!

1023 Kata

Aku pergi ke rumah makan setelah si Jo kampret pergi. Dadaku rasanya bergemuruh. Ingin marah, tapi tak bisa. Harus kutahan hingga jam kerja habis. Beruntung aku tidak terlambat. Rama seperti biasa sudah menyambut dengan senyuman hangatnya. Pria itu berjalan santai ke arahku. "Sudah sarapan?" tanyanya. "Sudah," jawabku singkat. Sumpah, aku lagi males ngomong. "Mau minum teh hangat?" "Tidak." "Kalau begitu, mau saya buatkan kopi?" "Tidak." Ini orang kenapa sih? Menawarkan segala macam minuman padaku. Apa dia lupa siapa bosnya di sini? "Sesil, kamu gak apa-apa kan?" Aku masih menatap layar monitor yang sedang loading. "Tidak." "Kamu sakit?" Rama masih belum menyerah. Ngerti gak sih dia kalau aku lagi benar-benar badmood sekarang. "Tidak, Bang. Saya baik-baik saja." Bruk! Eh?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN