Aku tersenyum kaku pada semua orang yang menatap kami. Pengakuan Reza barusan cukup mencengangkan. "Mas, malu ih, semua orang melihat kita," Aku berbisik. "Sekalian saja aku kenalin kamu, Sayang." Reza menjawab dengan bisikan lagi. Pria itu lalu mengajakku naik ke atas panggung. Sumpah, aku merasa mukaku makin memanas. Namanya juga manusia. Ada yang gak suka dengan kenyataan ini, ada yang kaget, ada juga yang nampak cuek dan biasa saja. "Apa Anda yakin, Pak Reza?" Bima sepertinya melihat raut wajahku yang merah dan malu. Reza tidak menjawab, hanya tersenyum dan mengangguk. Setelah itu, Bima mempersilakan aku dan Reza naik ke atas panggung. Sekarang kami benar-benar jadi pusat perhatian. Ada yang nampak kaget melihatku yang tiba-tiba muncul di atas panggung bersama Reza. Ya, selama i

