"Sil, elo yakin dengan apa yang akan elo lakuin sekarang?" Andin menatapku serius. Ya, siang ini sengaja aku mampir ke tempat kerja Andin. Sahabat sangklek yang satu ini sudah kerja. Walaupun hanya jadi karyawan biasa. "Yakin banget lah. Gimana ya, coba deh elo rasain jadi gue. Di rumah seharian terus, udah gitu laki sendiri malah asyik disosor banyak wanita." "Gampang, tinggal elo juga ikut nyosor kek mereka kan? Ngapain juga elo cari mati begini?" "Masalahnya, kalau gue yang nyosor, si Reza suka bertingkah aneh." Seketika bayangan wajah Reza saat hampir main kuda-kudaan denganku berkelebat. Seperti takut lalu mewek gak jelas. "Aneh gimana?" Andin menatapku heran. Mulutnya masih mengunyah. "Heh, kalau ngomong habisin dulu makanannya, jijay tahu." "Gue buru-buru, Nyet. Kalau gak s

