Kemping

1041 Kata

"Tidak boleh," ucapku dengan nada tegas. Gawat! Harum nafas pria ini menggoda indera penciumanku. Ah, satu lagi. Aku dan Reza sudah lama tidak berdekatan seperti ini. Jadi sedikit agak gugup. Ah, bukan. Tapi ini benar-benar mendebarkan. "Kenapa tidak boleh?" Reza mulai mengendus area telingaku. "Lepas dulu," ucapku. Sial, rasa gugup mulai menguasai. Ok, aku gak munafik aku juga sedikit merindukan pria ini. Sedikit lho ya? Mungkin karena terbiasa ada di rumah. Beberapa hari tidak bertemu rasanya ya begitulah. "Tidak mau, aku masih ingin menghirup aroma tubuh kamu." Wajah Reza menyusup ke leherku. Geli, a***y! Aku menghindar. "Tuan Duda, jangan begini!" Suaraku hampir tenggelam. "Kalau bicara itu, tatap mata lawan bicara kamu," Reza menarik daguku dan membuatku menghadapnya. Jadil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN