Keesokan harinya Deg.. deg.. deg Jantung Reynand berdebar kencang setelah membaca Email yang dikirimkan oleh anak buahnya. Tubuhnya seolah mati rasa, bahkan rasanya sulit untuk percaya. “H-hamil?” lirihnya “Enggak! Nggak mungkin.” Reynand mengambil ponselnya lalu menghubungi anak buahnya. “Apa anak buahku salah orang? Atau mereka yang bodoh!?” gumamnya “Iya, Bos!” ujar anak buah Reynand di sebrang sana “Apa kau tidak salah orang?” “Tidak, Bos. Email yang saya kirimkan sudah benar, dan informasi itu yang kami dapatkan.” “Cari tahu dia mengandung anak siapa!” “Baik, Bos.” dan setelahnya Reynand mematikan sambungan telepon tersebut. Reynand memegang dadanya yang berdetak cepat. Tidak mungkin wanita itu hamil. Bagaimana bisa? Di kepalanya seketika muncul banyak kemungkinan.

