Beberapa hari kemudian Pukul 21.00 “Ya Allah, kenapa nggak ada satupun kendaraan yang lewat?” gumam Callista dengan wajah panik sekaligus ketakutan. “Ibu pasti khawatir menungguku pulang.” Callista pulang lebih malam dari biasanya setelah chek up kandungan karena nomor antrian yang panjang. Vania tidak bisa mengantarnya ke rumah sakit karena ada suatu hal yang harus diselesaikan. “Ya Allah, bantu Callista agar bisa segera pulang.” Doa’nya Tiba-tiba Callista merasa ada yang aneh di belakang tubuhnya. Ia merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. “Ya Allah, apa ini hanya perasaanku saja?” batinnya berucap “Semoga saja benar.” Callista terus melangkah mencoba mengabaikan perasaannya. Namun perasaannya semakin tidak tenang. Ia semakin yakin ada seseorang yang mengikuti

