Bab 13

1024 Kata

Satu bulan kemudian. “Huhh.. kenapa kepalaku tiba-tiba pusing?” gumam Callista “Huek..” Tiba-tiba perut Callista terasa mual. Ia menutup mulutnya lalu berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. “Huek..” Callista hanya memuntahkan cairan bening. Sejak semalam ia merasa ada yang berbeda dengan tubuhnya. Kepalaya yang pusing, dan sekarang perutnya tiba-tiba terasa mual. Bahkan ia sedikit sensitif jika mencium bumbu dapur, hal itu yang membuat dirinya tidak memasak pagi ini. “Sepertinya aku kecapean.” gumamnya Callista selalu pulang malam, hal itu bisa menjadi pemicu ia sakit. Bisa saja dirinya terkena masuk angin karena setiap hari terkena angin malam. Callista menatap wajahnya dari pantulan cermin di hadapannya. “Pucat sekali wajahku.” “Lebih baik aku berangkat seka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN