“Pak Deva ini piringnya!” ujar Callista “Hmm.. terima kasih!” Deva membuka bungkus makanan tersebut dengan sesekali melirik ke arah Callista tanpa disadari wanita itu. “Callista!” panggilnya “Iya, Pak!” “Em.. saya boleh tanya sesuatu?” Callista mengangguk. “Boleh. Pak Deva mau tanya apa?” “Itu foto kamu bersama Orang Tua kamu?” tanya Deva sembari menatap ke arah foto yang tertempel di dinding ruang tamu. Callista mengikuti arah pandangan Deva. Ia tersenyum kecil menatap foto tersebut. “Iya, Pak. Itu foto saya bersama kedua Orang Tua saya.” “Lalu di mana mereka sekarang?” Deg “—“ Callista terdiam membisu. Seketika matanya terasa panas menahan tangis. Bagaimana ia menjelaskan pada Deva jika kedua Orang Tuanya telah tiada? Rasanya ia tidak sanggup untuk menjelaskan walaupu

