Bab 16

1112 Kata

Beberapa hari kemudian. Callista berjalan menuju pantry untuk mengambil air minum. Ia menautkan kedua alisnya bingung ketika melihat beberapa staff kantor bejejer di lobby Perusahaan seolah ingin menyambut kedatangan seseorang. “Siapa yang datang? Kenapa mereka menunduk hormat seperi itu?” gumam Callista “Tidak mungkin jika Reynand yang datang.” Karena merasa penasaran Callista mendekat ke arah mereka. Ia melakukan hal yang sama, karena mau bagaimanapun dirinya hanyalah pekerja di Perusahaan Mahendra. “Siapa yang datang?” bisik Callista “Bos besar.” “Siapa?” “Pak Pradibta dan istrinya, Bu Luna.” Callista mengangguk mengerti. Ia tidak banyak bertanya karena dirinya sudah tahu siapa beliau. Ia tidak menyangka mereka akan berkunjung ke kantor hari ini. Callista sedikit mendo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN