"Har.... maafin aku. Maafin aku.." Baby tak hentinya menangis di dalam pelukan Haras. Laki-laki itu masih tersenyum hangat meski tak bisa dipungkiri bahwa ia pun sebenarnya kecewa. Kecewa oleh banyak hal. Haras mengusap lembut rambut Baby. "Udah udah, nggak usah nangis lagi. Ayo kita pulang, aku anter." Haras mengurai pelukan. Ia usap air mata Baby. Diraihnya tangan perempuan itu kemudian menariknya lembut meninggalkan area restoran. Tak ada yang bicara. Untuk saat ini, mungkin diam memang lebih baik. Sampai dering ponsel menarik perhatian mereka. Ponsel Haras. Haras menatap layar ponselnya. Baby juga. Nama Ron tertera di sana. "Lo di mana Har?" tanya Ron langsung tanpa basa basi. Haras melirik Baby. "Di luar bang, kenapa?" "Bisa temui gue sekarang. Ada yang mau gue bilang."

