BERSATU KITA TEGUH

1002 Kata

Darma masuk ke ruangan Ghea. Ia sengaja mengunjungi tunangannya itu untuk menceritakan hasil pembicaraan dengan ayah dan ibunya. Senyum lebar mengembang di wajahnya, "Lunch sayang?" "Makan di ruanganku saja ya? Aku pesan ke sini?" Ghea menghampiri Darma dan memeluknya Darma hanya mengangguk. Ia mengecup kening perempuan di hadapannya itu. "Bagaimana?" Ghea bertanya tanya. "Apa?" Darma tersenyum. "Hasil pembicaraan dengan orangtuamu. Jangan pura pura," ucap Ghea cemberut. Darma tertawa, "Bagus. Berjalan baik." "Apa betul?" Ghea menarik tangan Darma dan melangkah ke sebuah sofa. Keduanya duduk di sofa panjang yang empuk tersebut. Ghea menatap wajah tunangannya penuh harap. Dari tadi malam, Ghea tidak bisa tidur menunggu reaksi kedua orang tua Darma mengenai kondisinya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN