Ghea menatap Almeer dengan canggung tapi kemudian tersenyum. Ok, aku lakukan sekarang! Bukan demi Darma atau siapapun, tapi demi diriku sendiri! Lelaki ini bukan lelaki baik. "Oh, hai, kita bicara di dalam!" Ghea membalikkan badan dan mengajak Almeer masuk ke ruangannya. Kekasihnya itu mengikutinya. Ghea pun menutup pintu, "Sori aku baru selesai rapat dan banyak kesibukan mendadak tadi. Jadi belum balas pesanmu." "It's ok," Almeer menyentuh satu frame foto di lemari yang menampilkan Ghea bersama Mahreen Rasyid dan Dikara Azeem, kedua orangtuanya. "Ini lucu sekali. Berapa usiamu? Sepuluh, sebelas, dua belas?" tanya Almeer. Ghea mendekat dan mengingat usianya di foto itu, "Kalau tidak salah dua belas tahun, saat aku lulus sekolah dasar." "Oh," Almeer menyimpan kembali foto ter