SAHABAT, KAMU JUGA PENTING

1208 Kata

Daka muncul di studio yang menjadi basecamp Langit Senja. Ia melihat kalau Sena dan Kavi sedang berbincang santai. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk membicarakan soal pernikahanku pada mereka. "Ehm," Daka berdehem. "Iya," Kavi menoleh. "Aku mau bicara. Pribadi.." ucap Daka. Sena menunduk lesu. Ia sudah bisa menebak pokok bahasan yang mau Daka bicarakan. "Kita bicara di ruang rapat saja," Sena berdiri dan mengajak mereka masuk ke ruangan yang disebut ruang rapat, tapi dengan interior yang nyaman dengan sofa sofa dan meja memanjang di tengah. Sena duduk di sofa one seater sambil menekuk lututnya di atas sofa. Ia meletakkan kepalanya di atas lututnya. Jantungnya berdebar tak menentu. Bertahun tahun lamanya menyukai Mandaka Luhur Abimana, namun sembilan tahun lal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN