Sepanjang jalan, Abizar manjaga istrinya dengan ketat Banyak pandang mata menatapnya dengan penuh kekaguman. Ah, masa istriku harus masuk kerangkeng. Atau kemana mana menggunakan topeng? Helm? Abizar merasa kesal juga ketika semakin jauh mereka berjalan, semakin banyak yang terang terangan memandangi istrinya, "Ini tidak bisa dibiarkan!" Abizar bicara sendiri. "Apa yang tidak bisa dibiarkan?" Runa menoleh. "Banyak orang menatapmu. Aku ksesal sendiri," Abizar menjawabnya sambil menarik Runa masuk ke sebuah gang sempit yang berada tak jauh dari lokasi mereka. Ia membiarkan istrinya bersandar pada sebuah tembok, sedangkan ia berdiri di hadapannya. Runa tergelak, "Radhea, kenapa kamu kesal?" "Ini," Abizar menunjuk muka Runa dengan telunjuknya, "Lalu ini," Abizar memutar telun

