Digo, Rion, dan Zein berusaha tegar dalam menghadapi masalah kegagalan cinta tersebut. Tampaknya Rion yang paling bersedih, karena air matanya sempat mengalir cukup deras, bisa juga karena jiwanya yang paling rapuh. *** Digo mengobrol panjang lebar dengan Ibu Risma, semuanya masih bersedih namun berusaha tegar. "Tante, kenapa ini harus terjadi pada Hana? Aku sungguh tidak percaya dengan ini semua," tanya Digo. "Maafkan aku Nak Digo, sejujurnya kami sudah tau gejala penyakit Hana itu. Hampir setiap hari, Hana memang sering pusing kepala, bahkan pernah sakit sekali sampai menangis. Tapi kami hanya membeli obat di apotik untuk meredakan sakit kepalanya," kata Ibu Risma mulai bercerita. "Apa? Jadi ... selama ini Hana merasakan sakit itu? Kenapa Tante, kenapa Tante gak bilang dari dulu pa

