Cepat sekal hari melesat di kota Seoul. Bahkan rasanya, Ryeon hanya terus-terusan duduk di tempat yang sama tapi matahari sudah berganti bulan. Malam sudah menyapa sementara siang sudah lenyap. "Sebaiknya, Eomma pulang dulu Ryeon. Eomma akan menyuruh anak buah untuk membawakan pakaian untukmu dan juga Eun," ucap ibunya seraya berdiri. "Baiklah, kau juga terlihat letih." Ryeon melihat ke mata ibunya yang agak redup. Melewatkan tidur siang, pasti agak sulit untuk ibunya yang tidur siangnya selalu terjadwal. Ibunya hanya tersenyum tipis. Satu tangan ibu Ryeon membuka tas merah yang dari tadi bertengger di kanan kirinya. "Ini, kau sepertinya ke sini tidak membawa dompetmu. Jadi bawalah kartu Eomma dulu." Ibu Ryeon mengulurkan benda plastik persegi pipih yang dia ambil dari tas merah mi