BAB 43

2105 Kata

Evan melihat saudaranya yang di rumah sakit. Lalu melihat tangan dan kaki Alea diikat. “Tidak apa diikat?” tanya Evan tidak tega melihat keadaan Alea yang seperti ini. “LEPASKAN! AKU MAU PERGI! AKU MAU BUNUH DIRI! HEI! LELAKI BIADAB! LEPASKAN AKU! AKU MAU PERGI DARI SINI. LELAKI BIADAB KAU YANG PERKOSA AKU. KAU YANG MENJEBAKKU. AKU TIDAK MAU JADI p*****r! Ehhh… Alea p*****r? Hehehe. Sini pisaunya. Alea mau bunuh diri, Mama marah kalau Alea menjadi p*****r. Mama tidak suka Alea menjadi wanita murahan.” Hisk hiks hiks hiks… Suara tangisan Alea yang begitu menyayat hati. Evan ingin mendekat Alea. Namun dengan cepat saudara Evan memegang tangan Evan dan menggeleng. “Evan, kau jangan mendekati Alea dulu. Ia akan tambah mengamuk nantinya. Kami sudah berusaha untuk mendekati Alea kemarin, sat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN