Bab 134

1775 Kata

Malam sudah mulai turun ketika Jelita kembali berjalan menuju rumahnya dari taman kecil di ujung kompleks. Lampu-lampu jalan sudah menyala, membuat bayangan pepohonan terlihat panjang di trotoar. Langkahnya tidak terlalu cepat, tapi juga tidak lambat. Kepalanya dipenuhi banyak pikiran setelah percakapan panjang dengan Andrew. Ia tidak menyangka lelaki itu akan benar-benar datang ke rumahnya, apalagi sampai berlutut di depan pintu. Hal itu terasa berlebihan, bahkan memalukan, tapi di saaat yang sama… ada bagian kecil dalam dirinya yang tidak bisa sepenuhnya menolak kesungguhan yang terlihat di wajah Andrew. Jelita menghela nafas pelan sebelum membuka pintu rumah. Begitu ia masuk, suasana rumah terasa hangat. Lampu ruang tengah menyala, televisi masih menyala pelan, dan aroma teh hangat d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN