Bab 34

1742 Kata

Pagi itu, sinar matahari menembus jendela rumah dengan lembut. Jevan sudah berada di ruang tengah, menatap peta lokasi pantai yang ingin ia kunjungi bersama Vania dan Jelita. Ia merasa senang dengan ide itu—ingin melihat keduanya bersenang-senang di luar rumah, menjauh dari ketegangan yang selama ini mengisi hari-hari mereka. Vania tiba-tiba masuk, langkahnya ringan tapi penuh tujuan. “Papa, aku mau ajak Devan ikut juga ke pantai,” ucapnya dengan nada pelan namun mantap. Jevan menatapnya, matanya sedikit menyipit. Ada rasa terkejut bercampur cemas. “Devan?” Suaranya berat, datar, mencoba menyembunyikan gejolak emosinya. Vania mengangguk. “Iya, Papa. Aku ingin dia ikut. Biar nggak sendirian. Kita bisa bersenang-senang semua.” Jevan menelan ludah, menatap Vania dengan tatapan sulit dibac

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN