Bab 58

1571 Kata

Vania membuka matanya perlahan. Butuh beberapa detik sampai kesadarannya benar-benar utuh. Yang pertama ia rasakan adalah hangat—bukan dari selimut, tapi dari lengan yang melingkar di tuubuhnya. Nafas seseorang menyentuh pelipisnya dengan ritme pelan dan teratur. Vania tidak langsung bergerak. Ia hanya diam, menikmati detik-detik itu, sampai akhirnya matanya benar-benar fokus. Jevan. Lelaki itu masih tertidur pulas, wajahnya tampak lebih tenang dari biasanya. Tidak ada garis tegang di dahijnya, tidak ada rahang yang mengeras seperti saat ia sibuk dengan pekerjaan atau menghadapi masalah. Rambutnya sedikit berantakan, tangannya melingkar protektif di pinggang Vania, seolah takut gadis itu menghilang begitu saja. Hati Vania menghangat. Ada senyum kecil yang tanpa sadar muncul di bibirnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN