34

1198 Kata

Dengan raut wajah penuh amarah om Wira  yang merupakan om dari William berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke rumahnya. "Ferlita." Teriak Wira memanggil putri sulungnya. Dengan emosi yang sudah memuncak ia memanggil putri sulungnya itu. Ia benar-benar sangat marah dengan kelakuan putrinya itu. Bisa-bisanya ia membuat William Ritz marah besar seperti itu. Apa dia tidak tahu bagaimana reportnya bila berhubungan dengan seorang William Ritz. "Papa ada apa memanggil Ferlita seperti itu?" tanya Anita istrinya. "Dimana anak kurang ajar itu? Dari dulu hingga sekarang kerjaannya hanya bisa menyusahkan saja." Wira tampak marah dengan sikap sang putri. Ketika sedang sedang mencari keberadaan Ferlita tiba-tiba dari arah luar tampak putri yang sedang ia cari datang dengan membawa begitu banyak ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN