Kehancuran Berlian.

1527 Kata

Jadi laki laki itu menghampiriku dan ibu Ruby, pergi meninggalkan kami berdua. "Apa yang kalian bicarakan? apa kalian dengan bergosip tentang aku?" Ujar nya padaku. Laki laki ini kepedean sekali memang. Aku tersenyum tipis padanya. menahan helaan napas ini, karena jantungku bertalu begitu cepat, setiap aku menerima tatapan kedua mata indah itu. Asegap memiliki sesuatu yang begitu mudahnya melemahkan iman ini. Matanya, bibirnya, hidungnya, dagunya, pokoknya semua yang dimiliki Asegap itu sungguh selalu membuatku gila. "Tidak juga." bantahku. "Aku mendengarnya sayang. Kalian sedang membicarakan ku. Kalian sepertinya sangat suka menggosipkan orang lain." keluhnya. "Memangnya kenapa kamu sampai mikir, bahwa aku membicarakan mu? apa karena kamu ini memang pantas untuk dibicarakan?" Di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN