Menanam Benih Obsesi

1731 Kata

Nadira meraung dalam pelukan Axton, tubuhnya menggigil penuh dramatisasi. Ia puas karena Axton ternyata masih memprioritaskanya. Tapi dalam hatinya juga masih ada kekhawatiran. Selama Alya masih disekitar, posisinya belum aman. Kenapa sih, Axton tidak mengusirnya? Selama ini ada ribuan wanita cantik yang ia tolak mentah-mentah saat mencoba menggodanya. Nadira sudah mengetesnya sendiri. Kenapa Alya, yang hanya seorang pembantu bisa mengalahkannya? "Kamu udah nggak sayang aku lagi? Kamu lebih memilih babu itu daripada istrimu sendiri?" Axton menarik napas dalam, mencoba menahan kesabaran. "Dengar, Nadira. Ini bukan soal sayang atau tidak. Tapi apa yang kamu lakukan, memfitnah, mencelakai orang, itu salah. Itu melampaui batas!" "Aku cuma istri yang cemburu!" tangisnya semakin keras. "Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN