“Dasar gila, awas …!” ketus Zavia sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Kemudian gadis itu mendorong tubuh tegap pria itu agar keluar dari bilik ATM. Namun, sekeras apa pun dia mencobanya, tetap tidak membuat tubuh pria itu bergerak sedikit pun. Bahkan, pria itu malah memberikan tatapan dinginnya. “Hey … keluar dulu! Bisa gantian, kan?” sambung Zavia dengan raut wajah yang sudah menahan kesal. “Kalau aku nggak mau, kamu mau apa? Hhmm …,” sahut pria asing itu sambil mendekatkan wajahnya ke arah Zavia. Gadis itu pun secara refleks langsung memundurkan tubuhnya. Melihat lawan bicaranya semakin menjadi-jadi, membuat Zavia merasa jengah dan ingin segera mengakiri perdebatan yang tidak aka nada habisnya ini. Tiba-tiba saja Zavia melihat ke arah belakang pria asing itu sambil memb

