Membuka lemari loker, Kaylee memeriksa ponselnya. Tidak ada panggilan ataupun pesan yang dikirim oleh Joshua kepadanya. Setelah kejadian di kafe, pria itu tidak pernah menghubunginya maupun menemuinya. Saat menutup pintu loker, Kaylee terlonjak kaget. "Astaga!" pekiknya. "Maaf Kay," ucap James dengan raut wajah bersalahnya. "Ada apa James?" tanyanya. "Hmm ..." Sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal, James berkata, "Hari sabtu nanti, aku ada undangan pesta kolega. Hmm ... di undangan tersebut mengharuskan membawa pasangan. Jadi ... aku ingin meminta bantuanmu ... untuk menemaniku ke pesta tersebut." "Maaf, aku tidak bisa," tolak Kaylee dengan halus. James tersenyum miris, kembali dirinya ditolak. "Tidak apa-apa," jawabnya setelah itu ia memutar badannya untuk melangkah pergi da