Awan kemudian duduk tegak di kasur dengan meraup mukanya yang tertunduk. Ia tak bisa menahan penyesalan sekaligus kepedihan di saat bersamaan. Benar, dia tak bisa melakukan apapun saat ini untuk menghapus rasa benci di hati Aluna. "Aluna ... apa yang harus kulakukan sekarang untuk membawamu kembali ke sisiku?" Awan untuk saat ini hanya bisa menumpahkan kesedihan yang menghimpit dadanya hingga sesak. Berulang kali dia memukul dadanya dengan bening yang meleleh di pipi. Ia benar-benar berduka kali ini. Baru kali pertama ini juga dia menangis. *** Di kamar Aluna. Wanita dominan ini sejak tadi tak keluar dari kamar. Dia bahkan belum makan malam. Elga sampai datang mengajaknya makan bersama namun ditolak. Tak ada yang bisa membujuk Aluna saat ini. "Semua lelaki b******k! Tak ada dari m

