"Awan ... apa yang kamu lakukan?" Awan kini mencium ceruk Aluna, membuatnya mendesah di tengah geliat tubuhnya. Ia tidak tahu kenapa dia jadi menyukai sentuhan Awan. Sentuhan yang terasa menyengat di setiap bagian tubuhnya. Bila terus dibiarkan seperti ini mungkin dia takkan sanggup bertahan lagi. Terlebih bajunya sekarang sudah kacau berantakan di tangan Awan. Bila pengaman di tubuhnya sudah tanggal, bisakah dia bertahan lagi? "Awan ... aku belum siap dengan ini." Awan yang satu tangannya memegang CD Aluna dan bersiap menariknya lepas, melepas tangannya dari sana. Mood yang sudah tercipta, tiba-tiba hancur seketika dengan satu perkataan Aluna. Dia ingin melakukan ini bukan karena paksaan, tapi karena kemauan Aluna sendiri. Terlihat Awan menatap intens Aluna dengan kedua tangan yang

