"Kenapa kamu datang kembali dan ikut campur urusanku?" Aluna menatap lurus ke dalam mata Falla dengan tatapan tajamnya. "Ikut campur? Ini rumahku. aku baru tahu apa saja yang terjadi di sini." Falla kembali tersenyum menatap Aluna. Aluna menatap nyalang Falla. Berlagak sekali wanita ini. Apa dia sudah lupa statusnya dulu sebagai apa sebelum diperistri oleh Niam? Bila saja bukan karena Ayahnya, wanita pesolek ini tak akan mendapatkan semua fasilitas mewah dari Niam. "Bilang sekali lagi." "Ini rumahku. Untuk apa kamu datang kemari?" Aluna yang sebelumnya melipat tangan bersedekap, mengurai tangan kemudian melangkah maju, mengikis jarak di antara mereka. "Ini seharusnya bukan rumahmu. Ini seharusnya adalah milik ibuku." Aluna menajamkan sorot matanya. Membuat wanita tua yang wajahnya

