Awan terpaksa menaruh buku yang masih ingin dibacanya ke meja karena ayahnya sudah datang. Meski Gunawan belum menelepon dan memintanya untuk menemui di ruangan, tapi lebih baik dia sendirian ke sana lebih dulu, sebelum ada telepon darinya. Itu karena ayahnya bersemangat, jadi dia harus menunjukkan semangat pula pada Gunawan. Setelahnya Awan beranjak dari tempat duduk. Ia hanya mengambil ponsel saja dari meja lalu menuju ke ruangan Gunawan. "Ayah ..." "Awan, itu kamu?" Gunawan langsung mengenali suara putranya dari balik pintu ruangan yang tertutup. Awan kemudian mendorong pintu hingga terbuka lalu masuk. Terlihat Gunawan sedang duduk, menatap beberapa dokumen yang ada di meja. "Kamu tahu aku sudah datang?" Pria berahang tegas ini menaruh sejenak berkas yang ada di tangan lalu me

