Steven keluar dengan nafas yang tersengal, dadanya naik turun dengan cepat mengatur pernafasannya akibat berlari menuruni tangga sebanyak delapan lantai. Dicarinya sosok Skyla dan dihiraukan tatapan karyawan yang melihat dirinya begitu berantakan. Menyusuri sepanjang lobby besar perkantoran dan tidak menemukan sosok Skyla. Steven meremas rambutnya dengan kasar, masih ia ingat jelas bagaimana wajah Skyla yang tersakiti oleh perkataannya. Edgar yang melihat Steven langsung menghampirinya. “Sir.” “Aku ingin kamu melaporkan semua kegiatan Skyla kepadaku dan urus kerja sama ini sampai mereka mendatangani kontraknya.” “Baik, Sir.” **** Skyla keluar sambil mengumpat. Saat menuju ke ruangannya, Dave melihat kekasihnya langsung menghampirinya. “Rose, kamu menangis?” Skyla tidak menjawab perta