“Sorry ya Fan, bikin kamu bolos kuliah. Aku nggak apa-apa kok sebenarnya ditemani mama saja.” Lirih Amira, akibat kualitas tidur yang bermasalah membuatnya tak bersemangat menjalani kegiatan sehari-harinya. Sejak tadi Amira lebih betah di dalam kamar, tak bisa menutupi kegelisahannya dan tentu saja masalah ini tak bisa ia sembunyikan dari kekasihnya sehingga ia menceritakan semuanya ketika pria itu menjemputnya berangkat kuliah seperti biasa. Fandy menggelengkan kepala, menepis rasa sungkan Amira. “Jangan bilang sorry, aku juga tidak bisa kuliah dengan tenang kalau pikiranku terus ke kamu. Lebih baik nambah satu orang yang menemani kamu, biar kamu juga semakin tenang.” Ungkap Fandy menyatakan ketidak beratannya menghabiskan waktu lebih sampai harus mengorbankan kepentingannya yang lain.

