“Singkirkan tanganmu, Mi Amor. Biarkan aku memperlihatkan kepadamu, what a real man do to his woman. They make them scream with their tongue!” Berkata untuk membiarkan Sean melihat kewanitaan yang indah itu. Supaya dia bisa menunjukkan apa yang dilakukan lelaki sejati pada wanita mereka. Yaitu, membuat menjerit hanya dengan menggunakan gerakan lidah. Namun, semua terlalu mendatangkan kegugupan bagi Zefanya hingga ia reflek menggeleng, menolak untuk membuka tangan dan memperlihatkan area hangat, lembab, dan ... basah. Sean tidak berkata apa-apa lagi, ia hanya menurunkan wajah hingga bibir mengenai jari-hari yang mulai terlihat bergerak salah tingkah, kemudian mengecup satu per satu, mulai dari kelingking kanan hingga kelingking kiri. Napas Zefanya semakin terdengar memburu dalam panas