Ruang kerja utama CEO di lantai paling atas menara Rueben Group biasanya menjadi simbol kekuasaan yang mutlak dan tak tersentuh. Namun siang itu, atmosfer di dalam ruangan berpanel kayu mahoni tersebut terasa pekat, pengap oleh ketegangan yang siap meledak kapan saja. Berkas-berkas laporan keuangan kuartal kedua teronggok begitu saja di sudut meja, tertutup oleh puluhan peta topografi wilayah Jawa Barat dan cetakan manifes perjalanan yang berantakan. Devan Anggara duduk di balik meja besarnya. Penampilannya tak lagi rapi seperti biasanya. Kemeja putihnya kusut, dasinya sudah ditanggalkan entah ke mana, dan janggut tipis mulai tumbuh di rahangnya yang tegas. Matanya yang merah karena tidak tidur selama empat puluh delapan jam menatap nanar ke arah layar monitor yang menampilkan rekaman ko

