Nadiva sudah sadar dan ia tetap diam seribu bahasa. Ia menatap Hansen dan Piere yang terlihat cemas dengan keadaannya. Sdah tiga jam ini, sejka Piere menanyakan apa yang terjadi pada Nadiva. Diva tetap diam seribu bahasa. Ia tidak mau membuka mulutnya dan bercerita soal apa yang terjadi. Tidak mungkin ia bercerita tentang dirinya yang ternyata sedang mengandung. Nadiva sendiri ketakutan soal ini. Gagal sudah dirinya yang ingin bertunangan dengan Novan. Rencananya gagal total. Cintanya yang besar untuk Novan selama ini pun seperti meluap begitu saja. "Kamu tidak mau cerita, Diva?" tanya Piere mendesak Nadiva hanya menatap Kakeknya dan kembali menatap ke arah kaca jendela yang menampilkan pemandangan air mancur di luar rumah sakit. Kini giliran Hansen yang merayu Nadiva. Hansen duduk di

