"Enak?" tanya Novan dengan senyum penuh arti. "Hu um ..." jawab Greta dengan napas yang mulai tidak teratur. Mendengar jawaban Greta, Novan pun semakin bersemangat memainkan jari- jarinya di dalam gua hangat itu. Tatapannya masih lekat menatap Greta yang terlihat gugup antara ingin mendesah karena enak atau menahan karena tatapan Novan yang membuatnya semakin kikuk. "Kalau ingin desah atau teriak. Lakukan saja sayang, aku hanya ingin melihatmu menikmati ini," jelas Novan pada Greta. Tentu saja, kata -kata itu membuat Greta malu. Pipinya mendadak bersemu merah. "Van ... Udah ah ..." ucap Greta dengan tangan menahan gerakan jari -jari Novan untuk tidak menyodok terus ke gua hangatnya. Ini terlalu enak. Greta memang mudah terbawa suasana. "Kenapa hemmm?" tanya Novan mendekati wajah Gr

