Bab 62

1104 Kata

Kuketuk pintu kamar Syifa, wanita itu langsung mengurung diri di dalam kamar setelah makan malam. Selama dalam perjalanan pulang, dia juga tak mengatakan apapun, dan saat makan malam pun, wanita itu tak berbicara sama sekali. Aku rasa ini karena perkataan Papa yang memintaku untuk kencan buta dengan putri temannya. "Fa, kamu udah tidur." Aku berteriak dari luar kamar. Tak ada jawaban sama sekali, apa iya dia tidur secepat ini. Bahkan tadi dia tak mengajakku untuk shalat Isya bersama. Tadi kami sempat sholat Maghrib di jalan sebelum pulang. Karena tak ada jawaban, aku memilih masuk begitu saja ke kamar tersebut. Bukankah ini kamar istriku, aku tak perlu ijin masuk bukan. Bahkan harusnya kami tinggal di kamar yang sama. Begitu kubuka pintu kamarnya, terlihat wanita itu masih mengenak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN