POV Husniah "Om, kenapa gak bikin anak kembar seperti Mama dan Papa, lihat aku gak bisa main dengan mereka. Mereka lebih asyik main berdua saja, bertiga sih dengan Hulya." Nata, putra kecilku yang kini berusia delapan tahun datang dengan wajah cemberut. Pasti dia merasa tersisihkan lagi saat main dengan saudara kembarnya dan juga Queena. Kemarahannya dari semalam masih saja berlanjut hingga pagi hari saat mereka mulai bermain lagi. Kali ini mereka bermain air di kolam renang. Sedangkan aku dan Kak Wisnu mengawasi sambil duduk di kursi yang ada di pinggir kolam. "Membuat anak itu bukan seperti membuat adonan kue, Nata. Bikin banyak lalu dibagi dua, jadi deh dua kue dengan besar yang sama," jawab Kak Wisnu. "Memangnya kenapa Om harus punya anak langsung dua," sambung Kak Wisnu, bertanya
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


