Bab 92

2147 Kata

Ponselku bergetar, segera kutepikan mobil yang aku kendarai. Sebuah pesan berupa video masuk ke dalam smartphone itu. Ini nomor ponsel yang tadi kuminta dari Bibi. Kubuka video tersebut, terlihat bayi kembar kami sedang asyik bermain berdua. Padahal belum lama tertidur tapi sekarang sudah bangun saja. Namun mereka tampak anteng dan bahagia. Berguling dan merangkak bersama seakan berlomba. Apalagi saat Bibi memperlihatkan mainan full warna dan mengeluarkan bunyi kerincing. "Lihat, mereka sudah tenang dan tampak senang." Aku berkata sambil memperlihatkan layar smartphone pada Hunsiah. "Ayo pulang." Akhirnya Husniah buka suara. "Mereka aman sama Bibi, sekarang kamu makan dulu ya." Aku berkata sambil meraih kantong plastik berisi makanan ringan dan minuman. Kuberikan s**u rasa kedelai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN