Bab 32: Kakak ipar

1625 Kata

Dara dan Juan memilih restoran yang tak begitu jauh dari kantor Juan berada. Tujuannya agar setelah makan siang, pria itu tidak menempuh perjalanan jauh untuk kembali ke kantor. Sementara Dara sendiri memang tidak berniat untuk langsung pulang ke rumah melainkan menemani sang suami bekerja di kantor. Juan menyelipkan anak rambut ke telinga istrinya dan tersenyum sendiri menatap wajah cantik sang istri yang merona. "Om, enggak malu apa dilihatin orang?" Dara memicingkan matanya menatap tajam pada sang suami yang tidak malu menunjukkan kemesraan di depan umum. Apalagi saat ini restoran sedang ramai-ramainya karena banyak pengunjung yang datang untuk makan siang. Bukannya menghentikan aksinya, Juan justru merapatkan tubuhnya pada sang istri kemudian memberi kecupan pada pipi Dara berkali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN