Setelah satu jam Altar keluar dari rumah Karin hujan mulai reda, Altar menatap sepasang cincin di dalam kotak berwarna biru tua, cincin itu adalah cincin yang Karin pilih lalu bisakan ia dan Karin saling bertukar cincin dengan di saksikan banyak orang?. Apa yang Kevin katakan sampai sekarang masih terngiang ngiang di pikiran Altar, untuk menjauhi Karin hal itu sangat sulit untuk Altar lakukan bahkan jangka waktu lima tahun pun rasanya Altar masih tidak bisa melupakan Karin sedikitpun. “Altar kamu di rumah kan!” Altar segera menyimpan cincin tadi ke laci kemudian keluar dari kamar ketika mendengar suara ibunya datang. “Mama gak bilang kalau mau datang?” “Mama ada urusan di daerah sini jadi untuk beberapa hari akan tinggal disini oh ya Al, karena mama sama papa pindah ke bali rencananya

